Teman-teman semua pasti pernah mendengar tentang obat A, obat B, obat C, suplemen A, suplemen B, suplemen C, untuk yang diklaim sebagai obat “anti COVID-19”. Bahkan cuci hidung, kayu putih, berjemur, dll yang diklaim dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Tapi tahukan teman-teman semua, jika ternyata hingga saat ini hanya 2 obat yang menunjukkan korelasi dengan angka kesembuhan, bahkan penurunan lama perawatan? Yup, hanya 2 saja, yaitu steroid (dexamethason/prednison/methylprednisolon) dan Il-6 antagonist.

Lalu kenapa pemerintah memberikan paketan berisi obat dan vitamin? Hmm, penulis sendiri juga kurang paham perihal hal ini. Vitamin mungkin ada kaitannya dengan imunitas (walau sebenarnya bukti2 vitamin dan COVID ini tidak mendukung). Tapi bener banget lho jika terjadi peningkatan pembelian obat dan suplemen ini selama pandemi. Bahkan obat yang harus menggunakan resep dokter (walau sebenarnya tidak ada korelasinya dengan anti COVID) yaitu antibiotik azitromycin, lalu obat cacing Ivermectin, antivirus Oseltamivir dijual bebas di pasaran (dan juga masuk dalam paketan). Sedih ga sih?

Yuk, teman-teman semua, kita belajar tentang terapi rasional. Sayang kan tubuh kita, juga kantong kita 😀